Pantai Slili (Slili Beach)

Pantai Slili sering disebut penduduk setempat dengan Watu Lawang (pintu batu) karena disana ada pulau kecil yang dibawahnya terdapat lorong menyerupai pintu. Terkadang Pantai Slili juga menjadi tempat diadakan pesta laut Sadranan atau upacara Nyadran, yang diadakan setiap tahun sekali pada hari Minggu Pahing menjelang musim tanam. Dalam acara tersebut, pantai yang biasanya sepi ini berubah penuh sesak dibanjiri oleh ratusan bahkan ribuan orang yang datang dari berbagai pelosok desa. Bekal makanan yang sebagian besar berupa ingkung ayam dan daging kambing, setelah dikendurikan kemudian disantap bersama-sama di tepi pantai, sehingga suasana pesta laut tersebut benar-benar menjadi pesta rakyat.

Pantai Slili selalu terlihat sepi yang mungkin dikarenakan kalah pamor dengan Pantai Sundak, Krakal dan Parang Tritis. Akan tetapi diantara deretan pantai dari Baron hingga Sundak, Pantai Slili lah yang terindah. Dengan suasana sunyinya, pasir putih bersih, ombak yang tak terlalu keras karena terhalang oleh bukit karang dan area tidak terlalu luas, keindahannya bagaikan sebuah sorga dunia yg tersembunyi. Memang bukan sebuah laguna, namun keterasingannya menyesatkan dalam setiap pesona.

Pada musim kemarau, Pantai Slili menjadi salah satu tujuan para petani yang menganggur dan mulai beralih mencari sumber penghasilan dengan mengandalkan surutnya air laut, karena ladang tadah hujan di wilayah tersebut tak lagi bisa ditanami hingga memasuki musim penghujan mendatang. Disebabkan tidak memiliki perahu penangkap ikan, mayoritas dari petani tersebut hanya bisa memanfaatkan surutnya air guna mencari rumput laut, udang dan kerang untuk dikonsumsi atau diperdagangkan.

Di salah satu sudut pantai, terlihat beberapa wisatawan mancanegara yang sedang menikmati damai kesunyian disana. Untuk pengunjung yang ingin bermalam di Pantai Slili dengan budget terjangkau, terdapat hotel/wisma melati yang bernama Puri Thalasso. Dengan letaknya persis di samping barat Watulawang Adventure Resort, Puri Thalasso mematok harga hanya 60 – 70 ribu untuk satu kamar.

Angin laut semilir bertiup..

Suara ombak di tepi pantai.. ayaiya

Goyang kaki-kaki telanjang.. ahaa

Asik nian ikuti irama musik..

Pesta pantai.. ahaii

Hangatnya suasana..

Damai cipta terasa..

Bahagia datang..

Hilang semua problema..

Tatap pandang senyuman kekasih..

Melengkapi arti..

Pesta Pantai..

Siapkan dirimu karena besok tanggal 4 Juli 2010

dengan bimbingan Tuhan Yesus kita akan menjajah tempat ini..

GB Us

About these ads

~ oleh mudikajangli pada 28 Mei 2010.

6 Tanggapan to “Pantai Slili (Slili Beach)”

  1. bis’e overload gan.. ayo cup2pan.. hahaha

  2. aku peseeen loroooo … \m/

  3. Aku melu bis ae lah, 1 rapopo, sing penting iso nggasak andre…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: